Mimbar GUBERNUR

Alhamdulillah, dengan rahmatNya kita telah sampai pada pertengahan periode kepengurusan. Banyak sekali fenomena, peristiwa, dan suasana-suasana yang terjadi selama menjalankan pengabdian satu semester terahir. Namun, dengan niat dan tekad yang kuat, dan dengan rahmatNya kita dapat menjalaninya tanpa berkeluh-kesah. Maka marilah kita memanjatkan puji dan syukur atas rahmatNya, yang telah memberikan kita kekuatan untuk terus berkarya dan menebar manfaat, dan yang lebih penting lagi adalah Dia telah meniupkan keinginan untuk mengabdi di hati kita.

Shalawat dan salam, marilah kita munajatkan untuk nabi Muhammad SAW. Imam bagi ummat islam, yang telah diutus untuk megabarkan kabar gembira untuk ummatnya sekaligus kabar buruk bagi orang-orang yang melakukan perbuatan dosa. Dengan setiap hari bershalawat dan menauladani beliau, semoga kita mendapatkan syafaat di yaumil akhir kelak.

BEM FKIP unila kabinet Interest (Intelektual, Responsif, dan Solutif) terdiri atas empat orang presedium inti dan enam belas presdium dinas. Presedium inti terdiri atas gubernur, wakil gubernur, sekretaris eksekutif, dan bedahara eksekutif. Presedium dinas terdiri atas kepala dan sekeretaris dinas. Terdapat delapan dinas yaitu dinas PSDM (Pengembangan Sumber daya mahasiswa), dinas pendidikan, dinas Aksi dan propaganda, dinas networking development, dinas media center, dinas sosial, dinas pelayanan mahasiswa, dinas pemberdayaan wanita.

BEM FKIP Unila kabinet interest adalah badan eksekutif yang berupaya mengabdi dan membangun budaya intelektual, responsif terhadap segala permasalahan dan potensi, juga membangun budaya solutif. Hal ini sejalan dengan peran mahasiswa yaitu sebagai agent of change, iron stock, dan social controle. Sebagai agen perubahan, mahasiswa FKIP di bawah koordinasi BEM FKIP mempelopori perubahan-perubahan dengan berbagai kegiatan, mulai dari pencerdasan melalui pelatihan dan posko pelayanan informasi dan pengumpulan proposal PKM (program Kreatifitas mahasiswa), pelatihan menejemen organisasi, pelatihan jurnalistik, hingga pembangunan isu dan publikasi nilai-nilai edukasi melalui media sosial dan media cetak.

Mahasiswa juga memiliki peran sebagai cadangan generasi untuk mengisi masa depan bangsa. Oleh karena itu, melalui BEM FKIP, mahasiswa FKIP berkepentingan untuk menyiapkan diri mereka agar menjadi iron stock yang memiliki kualitas dan mampu menjalankan peran dan fungsinya. Dalam rangka memenuhi peran itu, mahasiswa melalui BEM FKIP melakukan diskusi-diskusi, pertemuan, dan melakukan pelatihan kepemimpinan dan menejemen.

Selain kedua peran di atas, sebagaimana yang telah disinggung di awal, bahwa mahasiswa juga adalah kontroler sosial. Mahasiswa selama perjalanan sejarah Indonesia, telah menjalankan perannya dengan efektif sebagai pengontrol sosial. Tahun 1998, di saat tidak ada satupun lembaga negara yang dapat mengadili rezim, mahasiswa telah membuktikan kemampuannya melakukan kontrol sosial dengan menumbangkan Rezim orba yang terbukti Korup.

Bem FKIP unila kabinet Interest telah melakukan kontrol sosial dengan mengadakan diskusi-diskusi, hingga menjalankan aksi turun ke jalan-jalan. Diskusi-diskusi tersebut meliputi sosialisasi dan pengkajian terhadap kebijakan rektor unila yang menerbitkan surat edaran pelarangan beberapa kegiatan mahasiswa. Diskusi dengan mahasiswa membahas permasalahan-permasalahan kampus khususnya terkait dengan UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang menghasilkan kesimpulan bahwa UKT Unila bermasalah. Setelah gagal advokasi melalui dialog, kemudian dengan berkoordinasi dengan BEM fakultas lain seuniversitas, juga dengan BEM U KBM Unila, BEM FKIP Unila melakukan aksi. Setelah aksi membuahkan hasil, BEM FKIP unila melakukan advokasi banding UKT kepada mahasiswa FKIP. Sebagian mahasiswa berhasil di advokasi dan berhasil diturunkan golongan UKT-nya.

Di samping terus melakukan advokasi Banding UKT bagi mahasiswa-mahasiswa yang tidak mampu menanggung beban UKT-nya, BEM FKIP Unila juga melakukan kontorl sosial yang lebih khusus di dunia pendidikan. Kebijakan pemerintah seputar PPG (Pendidikan Profesi Guru), telah menarik perhatian BEM FKIP untuk mengkajinya secara mendalam. Diskusi-diskusi pun dilakukan, survey terhadap mahasiswa dijalankan.BEM FKIP menarik sebuah kesimpulan bahwa kebijakan pemerintah tersebut belum tersosialisasi dengan baik dan masih mengandung kelemahan dan kekuarangan. Akhirnya BEM FKIP menyelenggarakan diskusi publik dengan mengundang pemerintah mulai dari eksekuti hingga legislatif, praktisi, dan akademisi, serta mahasiswa FKIP unila.

Dalam satu semester kepengurusan, BEM FKIP juga telah turut memberikan kontribusinya di kancah pergerakan mahasiswa skala nasional. BEM FKIP unila dalam Rapat Kordinasi nasional Imakipsi (Ikatan Mahasiswa Keguruan dan ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia), dipercaya menjadi salah satu pengurus pusat dan pengurus wilayah Sumbagsel. di akhir semester, BEM FKIP unila menjalin kerjasama dengan BEM FKIP universitas Sriwijaya dengan diadakannya kunjungan dan studi banding BEM FKIP Unsri ke BEM FKIP unila.

Demikianlah gambaran pergerakan BEM FKIP Unila kabinet interest selama satu semester. Sementara selema stengah periode kepengurusan kedepan, BEM FKIP unila akan melakukan gerakan pada pengembangan gerakan edukatif baik terhadap mahasiswa melalui pelatihan dan pembinaan, Lomba essay Nasional, maupun terhadap masyarakat melalui desa binaan. Selain itu, BEM FKIP akan terus membangun budaya kritis terhadap permasalahan-permasalahan di lingkungan pendidikan. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa FKIP dan mahasiswa secara umum.

————————————————————————————————————–
Hidup Mahasiswa…!
Hidup Pendidikan Indonesia…!

Di tangan pemuda harapan bangsa ini diletakkan. Di tangan pemuda masa depan bangsa ini dipercayakan, dan di tangan pemuda pertahanan negara ini digantungkan. pemuda yang dimaksud tentu pemuda yang cerdas, yang kuat, yang berakhlak, dan yang berani. Dia adalah mahasiswa.

Masa depan bangsa ini juga ditentukan oleh kualitas pemudanya. Kualitas pemuda dihasilkan dengan pendidikan. Maka masa depan bangsa ini juga bergantung pada keberhasilan pendidikan, kepada guru, dan tentu kepada kita, mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

BEM FKIP Unila sebagai Badan Eksekutif Mahasiswa FKIP, sebagai corong suara mahasiswa FKIP, yang merupakan referesentasi mahasiswa FKIP Unila, pada tahun ini mengangkat jargon INTEREST (Intelektual, Responsif, dan Solutif). Intelektualitas mahasiswa adalah ciri yang menjadi pembeda dengan golongan pemuda lainnya. Yang harus difungsikan dalam merespon setiap gejala, fenomena, dan potensi yang ada (responsif) dalam rangka menemukan solusi terbaik (solutif). Karena mahasiswa diharapkan menjadi problem solving, maka BEM adalah Problem Solving Instituion. Oleh sebab itu, BEM mengajak seluruh mahasiswa, lembaga kemahasiswaan, dan biriokrasi kampus untuk bersama-sama membangun FKIP, fakultas terbesar di Unila agar menjadi fakultas terbaik di Universitas Lampung tercinta ini.

Kepada seluruh mahasiswa, sampaikanlah kritik dan saran yang bersifat membangun kepada kami, usulan, keluhan, dsb. Saya tahu, mahasiswa FKIP ada yang dari padang, ada yang dari sumsel, dari Jawa, dari berbagai kabupaten di Lampung. Tujuan kita adalah untuk menjadi sarjana yang berkualitas, berdedikasi, dan berprestasi. Adanya BEM FKIP adalah agar kita dapat bersama-sama saling mendukung dan saling membantu dalam memenuhi peran kita sebagai anak bagi orang tua, sebagai mahasiswa, sebagai pemuda bangsa, dan sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa.

Hidup mahasiswa…!

Gubernur Mahasiswa FKIP UNILA

Deni Yuniardi ’11

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*