Visi-Misi dan Panduan Kerja Umum BEM FKIP Unila Kabinet Cerdas, Responsif, dan Solutif (CeReS) 13-14

VISI-MISI
DANPANDUAN KERJA UMUM
BEM FKIP 2013-2014
KABINET CERES

Bismillahirrohmanirrohiim

BAB I
Tentang Visi dan Misi

Pasal 1
Visi

Cedas, Responsif, & Solutif
BEM FKIP menjadi bagian penting dalam membantu terwujudnya Visi Fakultas yang mengusung Jargon Inovatif, Edukatif yang Religius, sehingga menuntut Visi yang akan kita usung harus sinergis dengan visi Fakultas tercinta ini. karena Visi ini terwujud bukan hanya dari tataran Akademik saja, namun memerlukan porsi pada tataran non-akademik, lewat program pengabdian seperti yang tertera pada tridharma perguruan tinggi Universitas Lampung.

Cerdas, perwajahan mahasiswa keguruan dan ilmu pendidikan sejatinya adalah  mahasiswa yang Cerdas, yaitu Cerdas secara akademis dalam menjalankan tugas sebagai pioner pendidikan, menjadi guru yang mampu menyampaikan nila-nilai keilmuan dan menjadi guru yang cerdas pula dalam mengatasi persoalan pendidikan yang ia hadapi dilingkungan formal. Selain Cerdas secara akademis mahasiswa Keguruan juga dituntut Cerdas secara Non- akademis, kita juga dituntut untuk pandai dalam keorganisasian, mengingat persaingan dunia pendidikan yang semakin ketat di era globalisasi ini sehingga dibutuhkan guru-guru yang memilki nilai lebih, baik secara personal, interpersonal, keorganisasian, pengkajian, dan lain sebagainya.

Disatu sisi, pendidikan Indonesia yang sarat dengan problem pendidikan menuntut mahasiswa keguruan untuk turut serta dalam mengawal kebijakan dikeluarkan ataupun praktik pendidikan yang sedang terlaksana di lingkungan pendidikan, kecerdasan dalam mengkaji isi/wacana atau kasus-kasus pendidikan sangat dibutuhkan oleh lembaga pergerakan dibidang pendidikan ini dalam memunculkan gagasan-gagasan baru baik secara politis maupun Akademis, sebagai Direct of change, tugas ini bukanlah mutlak milik lembaga pergerakan tetapi milik semua mahasiswa FKIP dibidang apapun dia bergerak, dengan melibatkan semua elemen kampus sebagai bentuk sinergisasi antara BEM dengan Mahasiswa FKIP secara umum, birokrasi, dan pemerintah serta lembaga advokasi lainnya.

Responsif, Sempurnanya keislaman seseorang muslim ditentukan seberapa tanggapnya ia terhadap problem umatnya, begitulah kutipan kata yang pernah disampaikan oleh hasan Albana. Sebagai lembaga pergerakan BEM dituntut untuk Respons terhadap problem yang dialami oleh lingkungan pergerakannya, baik secara Internal kampus, Lokal, maupun nasional. Seperti yang telah saya jelaskan di atas mengenai Cerdas, mahasiswa FKIP harus proaktif dalam mengawal kebijakan pendidikan secara politis, dengan tidak meninggalkan problem dilingkungan Kampusnya, sehingga balance antara pelayanan secara Ekternal maupun internal kampus. Respon disini mencakup persoalan politik-pendidikan dan advokasinya, Respon dalam pelayanan, dan Respon terhadap masalah-masalah dilingkungan kampus baik secara individu ataupun kolektif.

Solutif, tidak hanya tanggap masalah, Cerdas mengkaji, ataupun pandai Mengkritik, diperlukan pula pemecahan terhadap masalah yang dihadapi, solusi yang sifatnya kerja nyata maupun rekomendasi sebagai mata pisau kebermanfaatan Lembaga yang kita kelolah ini. sebuah organisasi akan mendapat pengakuan secara kultural oleh masyarakatnya apabila menjadi organisasi yang mampu memberikan kenyamanan, pelayanan, dan perlindungan bagi masyarakatnya serta solusi bagi persoalan yang ada, hingga pada akhirnya paradigma BEM FKIP milik anak-anak BEM berubah menjadi BEM FKIP milik FKIP demikian pula dengan pengurusnya yang juga tak hanya dimiliki oleh dinas-dinas tetapi juga dimiliki oleh mahasiswa FKIP secara umum.

Pasal 2
Misi

•    Memperkuat Fungsi Advokasi dan Pelayanan di Internal dan Eksternal Kampus
•    Responsif terhadap isu dan perkembangan dunia pendidikan baik secara Internal kampus, daerah, maupun nasional
•    Menjadi Wahana Aktualisasi Mahasiswa untuk mengembangkan potensinya
•    Membangun Komunikasi dan Kerjasama politis dengan Organisasi gerakan eksternal dan organisasi Advokasi lainnya
•    Menjadi FKIP’s Central Governance sebagai bentuk sinergisasi gerakan antar lembaga sekaligus meningkatkan semangat melayani

BAB II
Dinas, Biro, dan Panduan Kerja Umum

Pasal 1
Dinas dan Panduan Kerja Umum

Pembagian ranah kerja di masing-masing bidang
1.    Dinas Kajian strategis dan Advokasi (KASTRAD)
–    Diskusi dan Kajian politik lewat komunitas Diskusi yang telah dibentuk
–    Aksi Demonstrasi dan Aksi Dialogis
–    Pemanfaatan media propaganda politik
–    Pembinaan politik mahasiswa
–    Membuka pusat konsultasi politik kampus (PKPK)
–    Membuat blue-print hasil pengkajian dalam bentuk tulisan dan rekomendasi lainnya

2.    Dinas Pengelolaan Sumber Daya Manusia (PSDM)
–    Rekruitmen dan pembinaan Birgade Muda
–    Pemberdayaan mahasiswa secara umum
–    Pemberdayaan Brigda secara khusus
–    Pemetaan dan pembagian kerja pengurus
–    Sinergisasi antar HIMA, UKMF dan program Studi di lingkungan FKIP
–    Membuat forum komunikasi, pembinaan dan pengkajian dilingkungan Internal kampus FKIP
–    Membuat program pembinaan dan pengkaderan

3.    Dinas Pengabdian Masyarakat
–    Tanggap terhadap permasalahan di lingkungan kampus
–    Membangun program pelayanan di lingkungan kampus  secara internal dan eksternal kampus
–    Corong Informasi yang berkaitan dengan Akdemik dan non-akademik dilingkungan kampus
–    Membuka pos pelayanan dan advokasi mahasiswa di lingkungan kampus
–    Membuat program pelayanan untuk internal dan eksternal kampus
–    Membangun koordinasi dengan HIMA, UKMF dan program studi dalam menghimpun Aspirasi Mahasiswa FKIP.

4.    Dinas Pendidikan
–    Mengangkat isu-isu kependidikan dalam sebuah forum seminar, Training, workshop, dan lain sebagainya yang telah dibahas di KASTRAD
–    Menggagas program yang menumbuhkan jiwa kompetitif mahasiswa dibidang pendidikan
–    Membuka dan mengembangkan pusat konsultasi akademik dilingkungan kampus
–    Membuat program sosialisasi  isu-isu/wacana kependidikan dalam bentuk event atau forum

5.    Dinas Jakominfotek
–    Menjadi sentra informasi dan publikasi kerja BEM
–    Membangun citra BEM yang Cerdas, Responsif, dan Solutif
–    Berkoordinasi dengan dinas KASTRAD untuk mempropagandakan sekaligus menghubungi pihak-pihak terkait dalam bentuk Audiensi
–    Membuat rancangan strategis dalam mengawal kebijakan Jurnal ilmiah di FKIP
–    Bersama KASTRAD membangun komunikasi politik dan kerjsama dengan lembaga-lembaga advokasi dan organisasi pergerakan internal dan eksternal kampus.

6.    Dinas Pemberdayaan dan Kreatifitas Mahasiswa
–    Membuat program yang bersahabat dan dekat dengan Mahasiswa
–    Berada digarda terdepan pada kegiatan yang bersifat kreatifitas dan pemberdayaan minat dan bakat Mahasiswa FKIP
–    Membangun koordinasi dengan HIMA, UKMF dan program studi dalam menghimpun kreatifitas dan potensi Mahasiswa FKIP
–    Berkoordinasi dengan dinas lainnya dalam proses pelaksanaannya

Pasal 2
Biro dan Panduan Kerja Umum

7.    Biro Khusus Wilayah Metro dan Ratulangi
–    Menjembatani antara BEM dengan mahasiswa di Metro dan Ratulangi lewat publikasi informasi kegiatan dan program kerja BEM
–    Membuka dan melaksanakan pos pelayanan dan advokasi mahasiswa di lingkungan kampus Metro dan Ratulangi
–    Melaksanakan program khusus di wilayah Metro dan Ratulangi yang berkenaan dengan program studi di masing-masing wilayah

BAB III
Tahap Strategi Pencapaian
Periode 1 (Juli-september)
1.    Mentransfer program kerja satu periode
2.    Mengadakan kegiatan guna manyamakan frame antar dinas (OP BEM)
3.    Membangun kesolidan dalam lingkup presti, pimpinan dan staf. (kegitan buka puasa bareng)
4.    mendorong setiap Dinas BEM FKIP untuk merancang program yang dapat merangkul stakeholder (ambil momentum ketika ada PMBF, buka bareng dengan dekanat)
5.    Perekrutan Anggota/Pengurus BEM FKIP Kabinet CeReS
6.    Membangun citra CeReS
7.    Mensosialisasikan program-program Kerja BEM
8.    Membangun dan meningkatkan hubungan, jaringan, dan kerjasama
9.    Perekrutan BRIGDA BEM FKIP
10.    Terbentuknya forum LK dan ketua angkatan (moment keakraban)
11.    Menggulirkan Isu-isu pendidikan (momentum setadium general)

Periode 2 (oktober- desember)
1.    Surve keterbutuhan mahasiswa FKIP
2.    Meningkatkan Kemampuan SDM
3.    Penjagaan BRIGDA
4.    Mengoptimalkan pelayanan secara profesional kepada mahasiswa, institusi dan masyarakat
5.    Memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan
6.    Menjadikan BEM sebagai Sentra dan pemersatu mahasiswa FKIP

Periode 3 (januari-maret)
1.    Menshowup bem fkip ke nasional
2.    Memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan
3.    Menjaga kesolidan pengurus
4.    Mengoptimalkan perluasan jaringan

Periode 4 (april-mei)
1.    Persiapan pemira
2.    Mampu memberikan kontribusi dan dedikasi dalam mewujudkan visi FKIP.
3.    Mulai mempersiapkan LPJ
4.    Mempertahankan kesolidan pengurus dan meninggalkan kesan manis
5.    silaturahmi

Periode 5 (Juni)
1.    Mempertahankan keprofesionalan BEM FKIP CeReS
2.    Mempertahankan kesolidan pengurus dan meninggalkan kesan indah
3.    Mengadakan kunjungan ke rumah-rumah pengurus

Bandar Lampung, Juni 2013
Mengetahui,
Gubernur FKIP Unila                            Wakil Gubernur FKIP Unila

Ahmad Risani                                            Ave Suakanila Fauzisar
NIP 1013034024                                     NIP 1113024007

IMG_4656

 

About bem 93 Articles
Website Resmi BEM FKIP Unila | Kabinet KEBANGGAAN BERSAMA | [ubemfkip.gmail.com] | Narahubung: Zulaikah – 085769611714

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*