PENDIDIKAN BERMORAL

Berangkat dari pertanyaan “apakah pendidikan sekarang sudah sesui keinginan dan tujuan bangsa ini?” pertannyaan yang menjadi hantu di tengah-tengah kemerdekan kita ini. Semua elmen masyarakat ingin jika pendidikan itu sesuai dengan tujuan bangsa ini MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA.

Mari kita amati bersama bagaimana orang-orang cerdas memainkan perannnya di birokrasi pemerintahan. Menarik ketika kita melihat para pejabat berdasi sedang mengelolah Negara. Tindakan beberapa oknum yang negative bisa merusak semua nama pejabat berdasi tersebut namun jangan heran karena sekarang sudah mengakar beberapa pejabat berdasi yang menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan menindas rakyat.

Pendidikan merupakan bagian integral dari pembangunan dan investasi jangka panjang dalam proses pembangunan Negara. Akan tetapi pendidikan sekarang ini mengalami deggradasi yang tinggi sehingga permasalahan-permasalah yang terjadi adalah permasalahan besar dan komplek. Jika kita melihat fakta dilapangan pastinya kita bisa menilai bagaimana keadaan moral bangsa kita sekarang ini.

Sungguh ironis ketika pendidikan sedang gencar-gencarnya memperbaiki moral para peserta didik ternyata orang-orang berdasi memberikan teladan yang buruk. Untuk memperbaiki moral membutuhkan waktu dan perhatian khusus dari setiap elmen yang terlibat. Tidak bisa pembentukan moral peserta didik di pasrakan kepada guru saja namun hal itu harus menjadi tanggungjawab dari para pejabat yang seharus dapat mencerminkan moral yang baik. Buat apa jadi pejabat jika ingin melakukan korupsi uang Negara.

Guru merupakan pihak dari pemerintah yang bertugas membentuk moral anak didik, terutama selama proses pendidikan di sekolah. Kemudian orang tua sekaligus sebagai anggota masyarakat memiliki waktu yang lebih banyak dalam membina moral anaknya. Keberhasilan pembentukan karakter anak didik di sekolah, apabila murid dan guru berasal dari budaya lokal yang sama. Guru yang mengenal lebih dalam budaya lokal anak didiknya akan lebih lancar dan lebih berhasil dalam pemebentukan moral anak didiknya dibandingkan dengan guru yang kurang mengenal atau kurang memahami budaya lokal anak didiknya. Merupakan tugas dan tantangan besar bagi guru yang ditugaskan di masyarakat yang budayanya berbeda dengan budaya guru yang bersangkutan.

Hal-hal yang bisa dilakukan antara lain :
Guru memberi rambu-rambu dengan adil berdasarkan tujuan pendidikan dan bukan kerana ukuran kecantikan dan kekayaan keluarga pelajar tersebut.
Sentiasa menanalisis sesuatu perkara sebelum membuat keputusan.
Memberi gaji atau ganjaran kepada pekerja berdasarkan pengalaman dan kemahiran.
Menjatuhkan hukuman setimpal dan wajar berdasarkan undang-undang dan Perlembagaan Negara yang digubalkan oleh kerajaan negara. Peranan yang penting untuk sang pendidikan dalam membentuk moral peserta didik.

About bem 93 Articles
Website Resmi BEM FKIP Unila | Kabinet KEBANGGAAN BERSAMA | [ubemfkip.gmail.com] | Narahubung: Zulaikah – 085769611714

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*