Kebijakan 20 Paket Soal UN 2013 Dikritik !

Pemerintah berencana menerapkan 20 paket soal UN (Ujian Nasional) pada ujian tahun 2013. Kebijakan Pemerintah tersebut diberlakukan terutama untuk penyelenggaraan UN di tingkat SMA/MA/SMK. Ke-20 paket soal tersebut masing-masing peserta soalnya tidak sama, sementara pada tahun sebelumnya hanya lima paket.

Rencana kebijakan tersebut pada tahun 2012, sempat ditolak Federasi Serikat Guru Indonesia. Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listiyarti berpendapat, rencana itu hanya akan membuat kian masif dan sistemiknya kecurangan dalam UN. Menurutnya apapun formulanya, pelaksanaan UN akan tetap dihiasi oleh kecurangan. Pasalnya, terjadi kekeliruan besar karena kelulusan siswa ditentukan oleh ujian nasional.

Pada tahun 2013 ini kritikan ternyata masih tetap ada. Contohnya menurut Ketua Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta, Wuryadi, Selasa, 5 Februari 2013. Menurutnya penerapan 20 soal ujian nasional bagi siswa menggambarkan ketidakpercayaan kepada siswa. Siswa bisa kehilangan kepercayaan. Lagi pula ini langkah yang berlebihan dan akan berdampak pada kondisi psikologis siswa.

Ia menyatakan penerapan 20 soal akan membuat siswa tidak tenang karena dasarnya sudah tidak percaya. Tujuannya agar siswa tidak saling contek.

Sebenarnya penerapan 20 variasi soal Ujian Nasional bertujuan untuk menghindari siswa saling contek dan praktek joki. Setiap peserta ujian nasional dalam satu kelas nantinya akan mendapatkan 20 soal yang berbeda. Pengawas independen tetap dilibatkan dalam ujian kali ini. Penerapan 20 soal mengajarkan siswa untuk jujur karena tidak mungkin menyontek. Mereka harus menulis nomor seri soal di setiap lembar jawaban.

Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Lody Paat, mengatakan, rencana pemerintah menambah jumlah paket soal pada ujian nasional (UN) 2013 tidak akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan. Menurut dia, selama sistem evaluasi masih dilakukan melalu UN, praktik kecurangan masih akan terjadi. Penambahan paket soal dalam UN dinilainya condong pada kecurigaan pemerintah terkait pelaksanaan UN yang jujur dan kredibel.

Pemerintah sebenarnya ingin menjaga dan meningkatkan kredibilitas UN. Penambahan jumlah paket soal itu akan mempersempit tindak kecurangan semua pihak yang terkait, baik itu siswa maupun oknum guru atau pengawas terkait. Secara umum, jumlah siswa peserta UN di setiap kelasnya mencapai 20 siswa. Dengan jumlah tersebut berarti tak akan ada siswa yang mengerjakan soal sama di setiap kelas.

So, bagaimana pendapat anda tentang penerapan 20 Paket Soal UN 2013? Silakan berkomentar, terima kasih! Semoga bermanfaat, Amin Ya Rabbal Alamin!

Sumber : http://ujiannasional.blogdetik.com/kebijakan-20-paket-soal-un-2013-dikritik/

About bem 93 Articles
Website Resmi BEM FKIP Unila | Kabinet KEBANGGAAN BERSAMA | [ubemfkip.gmail.com] | Narahubung: Zulaikah – 085769611714

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*