Lomba PKM FKIP Unila 2016

 

BEM FKIP UNILA
– MEMPERSEMBAHKAN –
LOMBA PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA (PKM)

Dalam rangka meningkatkan daya kreatifitas mahasiswa FKIP, dan dalam rangka menyongsong Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) 2016 Dinas Pendidikan BEM FKIP Unila mempersembahkan Lomba Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM).

Creative is the power to connect the seemingly unconnected, BE CREATIVE!

PERSYARATAN LOMBA:
– Mahasiswa S1 Aktif di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
– Peserta lomba berupa tim yang terdiri dari minimal 3 mahasiswa dan maksimal 5 orang.
– Format penulisan PKM mengikuti peraturan DIKTI (Tanpa lembar pengesahan)
– Melampirkan fotokopi KTM setia anggota sebanyak 1 lembar setiap anggota.
– 1 Tim maksimal mengirim 2 Judul PKM
– Hak cipta PKM sepenuhnya milik peserta lomba
– Jenis PKM yang dilombakan adalah PKM-Gagasan Tertulis dan PKM-Pengabdian Masyarakat.

JADWAL LOMBA:
– Pendaftaran 29 Januari 2016 s.d 5 Februari 2016
– Pengumpulan Berkas 5 Februari 2016 s.d 18 Februari 2016
– Pengumuman Pemenang 1 Maret 2016

PENDAFTARAN:
Pendaftaran dalam lomba PKM ini gratis, dan tidak dikenakan pemungutan biaya apapun.
– Daftar via SMS ke 0857-6992-9219 dengan format: Nama Ketua – NPM – Prodi – Judul PKM.
– Daftar langsung ke Rumah Dinas BEM FKIP Unila pada jam kerja 09.00 WIB – 16.00 WIB.

PENGUMPULAN BERKAS:
Pengumpulan berkas berupa softcopy dan hardcopy, dan dikumpulkan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
– Softcopy dikirim via e-mail: ubemfkip@gmail.com dengan subjek: LOMBA PKM – Nama Ketua – No.HP
– Hardcopy dikumpulkan langsung ke Rumah Dinas (Sekretariat) BEM FKIP Unila.

HADIAH UTAMA:
– Juara 1 mendapatkan Sertifikat dan Uang Tunai sebesar Rp 800.000,-
– Juara 2 mendapatkan Sertifikat dan Uang Tunai sebesar Rp 600.000,-
– Juara 3 mendapatkan Sertifikat dan Uang Tunai sebesar Rp 400.000,-
Juara 1, 2 dan 3 akan mendapatkan bimbingan dan persiapan khusus menuju lomba PKM yang diselenggarakan DIKTI.
Juara harapan 1, 2, dan 3 mendapatkan Sertifikat.

Ayo Mahasiswa FKIP tingkatkan kreatifitasmu! kapan lagi mendapatkan hadiah dan mendapatkan bimbingan khusus guna persiapan lebih matang dalam lomba yang diselenggarakan Dikti.

Info lengkap bisa diakses di:
bem.fkip.unila.ac.id
Narahubung: Kartika 0857-6992-9219

#FKIPUnilaGoPIMNAS

#BEMFKIPUNILA
#BEMFkip_Progresif
#Dinas_Sosial

Persyaratan Pengajuan Banding UKT ke BEM FKIP Unila

Banding UKT Untuk Mahasiswa FKIP Unila

Hari Pelayanan: Setiap hari kecuali tanggal merah
Batas Banding: 2 Desember 2015
Waktu: Pagi (09.00-11.30) Siang (13.00 – 16.00) WIB
Tempat: Rumah Dinas/Sekret BEM FKIP Unila

Persyaratan:

  1. SURAT PERNYATAN SEBAB PENGAJUAN PENURUNAN UKT (Bisa di download dibawah/bisa diambil di Rumah Dinas BEM FKIP Unila)
  2. FOTO KOPI KARTU TANDA PENDUDUK (KTP) AYAH/WALI
  3. FOTO KOPI KARTU TANDA PENDUDUK (KTP) IBU/WALI
  4. FOTO KOPI KARTU KELUARGA (KK/C1)
  5. STRUK PEMBAYARAN REKENING LISTRIK (Bulan Terakhir)
  6. STRUK PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) (Tahun Terakhir
  7. DAFTAR GAJI/SURAT KETERANGAN PENGHASILAN AYAH (Disahkan Lurah/Kades bagi Non Pegawai atau Bendaharawan Gaji bagi Pegawai)
  8. DAFTAR GAJI/SURAT KETERANGAN PENGHASILAN IBU (Disahkan Lurah/Kades bagi Non Pegawai atau Bendaharawan Gaji bagi Pegawai)
  9. FOTO RUMAH TAMPAK DEPAN DAN SAMPING KANAN-KIRI (Dengan Dikenakan Gambar Rumah Tetangga Kiri dan Kanan)
  10. FOTO RUANG BELAJAR DI DALAM RUMAH
  11. FOTO RUANG KELUARGA DI DALAM RUMAH
  12. SURAT KETERANGAN TIDAK MAMPU (SKTM) YANG DISAHKAN LURAH/KADES (Jika Berasal dari Keluarga Miskin)
  13. KARTU JAMKESMAS/KARTU KELUARGA MISKIN (GAKIN)/SEJENISNYA YANG DIKELUARKAN PEMERINTAH (Jika Berasal dari Keluarga Miskin)
  14. Slip SPP/UKT Semestar Lalu.

Note: Bagi mahasiswa jalur masuk mandiri & pararel tidak diperkenankan untuk mengikuti banding UKT.

 

Silahkan download:

SURAT PERMOHONAN PENURUNAN UKT

More Info:
0857-8384-4185 / Pin:5aad074a

Join Group FB:
Forum Kesejahteraan Mahasiswa FKIP Unila 2015/2016

#BEMFkip_Progresif
#Dinas_Kesma

Mau masuk Unila TANPA TES? Yuk ikuti LCT dies natalis Unila.

Jurusan Pendidikan MIPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung kembali menggelar event tahunan yaitu Lomba Cepat Tepat (LCT) XXVIII dalam rangka DIES NATALIS UNILA KE-50.

Kegiatan LCT ini akan dilaksanakan pada tanggal 7-8 September 2015 dan merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan Dies Natalis ke-50 Universitas Lampung. Dr. Tri Jalmo, M.Si. yang merupakan Ketua Pelaksana LCT XXVIII MIPA 2015 menyampaikan bahwa kegiatan perlombaan ini dilaksanakan dalam rangka menggali potensi akademis serta minat dan bakat siswa-siswi SMA/MA se-Provinsi Lampung. 

Dalam perlombaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini akan memberikan pernghargaan bagi 5 (lima) Juara yang terdiri dari 3 (tiga) Juara umum, 1 (satu) juara harapan dan 1 (juara) juara favorit. Masing-masing pemenang akan memperebutkan beberapa hadiah sangat berkelas seperti yang terlampir di pamflet ini.

#Progresif_Share

 

 

KKN-KT FKIP UNILA SELAMA 2 BULAN, NGAPAIN AJA YA?

KKN (Kuliah Kerja Nyata) mengandung sejuta kejutan bagi mahasiswa. Apalagi bagi mahasiswa FKIP Unila yang KKN-nya diintegrasikan dengan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) selama dua bulan yang kemudian disebut dengan KKN-KT. Membangun tim, masuk ke lingkungan baru, melakukan interaksi dengan masyarakat, dan mengajar di sekolah selama dua bulan, akan menjadi pengalaman paling berharga selama kuliah yang tidak akan pernah terlupakan.
…………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Tulisan ini berawal dari sebuah pertanyaan adik tingkat tentang KKN. “Kak ada buku semacam diktat KKN gak, yang berisi selama KKN itu kita harus ngapain aja?” seketika itu, saya langsung terpikir barangkali pertanyaan ini juga yang ada di benak adik-adik yang lainnya. “Oke gini aja, biar yang lain juga tau, kakak tulis dan kakak share di medsos nanti malem”…..
…………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Tidak mengherankan bila ada yang mengatakan bahwa masa yang sangat berkesan dan tidak akan dilupakan selama kuliah itu ada tiga yaitu ketika pertama kali masuk, saat KKN, dan saat Wisuda. Ketiga moment tersebut pada kenyataannya memang merupakan moment yang sulit untuk dilupakan. Saat pertama kali masuk, adalah moment di mana kita mengenal dunia kampus pertama kali. Penuh pertanyaan dan kejutan, juga penuh dengan hal-hal baru yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Saat KKN, kita juga dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang begitu nyata. Kita dipaksa dengan tim yang kita kebanyakan belum pernah kenal sebelumnya, dipaksa masuk ke desa, berinteraksi dengan masyarakat mulai dari anak-anak, pemuda, hingga kaum tuanya. Melakukan kegiatan-kegiatan, menjalin komunikasi dan kerjasama dengan masyarakat desa. Selain itu, kita juga harus mengajar dan melakukan kegiatan-kegiatan di sekolah selama dua bulan lamanya. Terakhir, saat wisuda. Di saat itulah kita mengakhiri semua yang kita jalani selama kuliah S-1 dengan berbagai kenangannya..

Banyak mahasiswa yang bingung saat akan mengahadapi KKN. bagaimana tidak bingung, harus menjalani hidup di desa yang sama sekali belum dikenali, ada juga yang kebagian lokasi di desa terpencil yang tidak ada listrik. Selama itu pula harus memenuhi kebutuhan, menjalankan progaram-program baik di desa maupun di sekolah. Yang lebih parah lagi adalah tidak sedikit diantara mahasiswa yang bingung harus melakukan progaram apa saja. Bingung dalam menghadapi KKN sebetulnya adalah hal yang wajar, was-was, deg-degkan, namun juga tetap optimis adalah suasana yang dirasakan hampir oleh setiap mahasiswa yang akan menjalani KKN. Nah, dalam kesmpatan ini, saya akan sedikit memberikan gambaran bagaiamana KKN itu dilakukan, juga akan sedkit menceritakan pengalaman saat menjalani KKN-KT di Karya Penggawa, Kabuoaten Psisir Barat 2014 lalu.

1. Sebelum keberangkatan KKN

a. Pembekalan
Sebelum memberangkatkan mahasiswa KKN, pihak kampus baik prodi, jurusan, maupun fakultas akan memberikan pembekalan kepada mahasiswanya. Pembekalan tersebut bertujuan memberikan bekal wawasan seputar KKN, sosial-budaya masyarakat, dan petunjuk-petunjuk teknis lapangan saat KKN kelak.

b. Pembagian Kelompok dan Struktur
Selanjutnya kita akan dibagi kedalam kelompok-kelompok desa, kecamatan, dan kabupaten. Satu desa dipimpin oleh koodinator desa (Kordes) dan koordinator sekolah (Korsek), satu kecamatan dipimpin oleh koordinator kecamatan (Korcam), dan setiap kabupaten dipimpin oleh koordinator kabupaten (Korkab).

c. Rapat Perkenalan Anggota Kelompok
Setelah dibagi kelompok perdesa, hal yang harus kawan-kawan lakukan adalah melakukan pertemuan perkenalan anggota kelompok. Dalam perkenalan ini, hendaknya tidak ada yang ditutup-tutupi, mulai dari suku, kelemahan, dan penyakit yang diderita. Kejujuran sangat penting dalam hal ini, sebab kawan-kawan kelompokmu akan bersama denganmu selama dua bulan, dan bukan sekedar bersama, tetapi juga menjalanakan sejumlah program yang padat dan melelahkan. Rapat perkenalan ini terkadang tidak cukup satu kali pertemuan, untuk mengenal lebih dekat ada baiknya sering-sering berkumpul bersama.

d. Rapat pembentukan pengurus Kelompok
Rapat pembentukan pengurus ini dimulai dari pemilihan kordes, korsek, sekretaris kelompok, hingga bendahara kelompok. untuk memilih kordes hendaklah dipilih dari anggota yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, dan mampu memberikan contoh bagi kawan-kawannya. Sebab, koordinator desa ini akan memimpin rombongan di desa, berkomunikasi dengan perangkat desa dan masyarakat mewakili kawan-kawan lainnya, menyampaikan sambutan di acara KKN di desa, dan akan menjadi refrensi penilaian terhadap mahasiswa KKN oleh masayarakat. Sementara kordinator sekolah hendaklah orang yang mampu berkomukikasi dengan baik, dan memiliki keberanian untuk berinteraksi dengan perangkat sekolah seperti kepala sekolah dan guru. Kordes akan memimpin kegiatan di sekolah, mengkoordinir program-program di desa, meningatkan anggota terkait jadwal mengajar dan piket, serta menjalin komunikasi dengan pihak sekolah mewakili kawan-kawan anggota kelompok. Terkadang juga, kordes ini diberi kesempatan untuk menjadi pembina upacara. Sekretaris kelompok hendaklah orang yang memiliki kecakapan dalam hal administarsi, seperti pembukuan, jadwal, dan mengetik, mencetak dokumen-dokumen kelompok. Terakhir, bendahara, hendaknya dipilih orang yang betul-betul mampu mengatur keuangan, memiliki daya tagih yang kuat ketika anggota mulai malas membayar iyuranan kelompok, dan tentunya sabar dan jujur. Menjadi seorang bendahara yang mengkoordinir keuangan kelompok selama dua bulan bukanlah hal yang mudah, namun juga tidak terlalu sulit.

e. Rapat Penyusunan program KKN
Rapat penyusunan program KKN adalah rapat yang biasanya panjang dan alot. Pada rapat ini, pembahasan akan berjalan dengan penuh analisis dan pertimbangan, namun juga terkadang penuh dengan kelakar, lelucon dan canda tawa. Pada rapat penyusunan progaram ini biasanyan banyak juga anggota yang bingung harus memulai dari mana dan apa saja yang harus ditawarkan. Ketika ada anggota yang memiliki ide, tidak sedikit yang hanya diam memendam idenya sedalam mungkin karena takut salah dan dianggap “ngawur”. Padahal, ide-ide tersebut sangat dibutuhkan dalam perumusan program kerja tersebut.

Dalam menyusun program kerja, ada baiknya kelompok membagi masa KKN menuliskan terlebih dahulu gagasan-gagasan yang diusulkan, baru kemudian memilah bersama-sama mana yang akan dilaksanakan. Kemudian membagi masa KKN menjadi bebrapa pekan, mulai dari pekan pertama hingga pekan ke-8. Selanjutnya mengisi masing-masing pekan dengan rencana kegiatan. Misalnya pekan pertama dan kedua perkenalan dengan perangkat desa, warga, dan sekolah. Bentuk kegiatannya melakukan pertemuan dengan perangjat desa, tokoh masayarakat, muda-mudi desa dan melakukan kunjungan ke sekolah. Selanjutnya, dapat dikembangkan oleh kelompok masing-masing sesuai dengan situasi. Program kerja yang telah disusun, dapat saja diubah ketika di lapangan sesuai dengan situasi dan kondisi lapangangan.

2. Keberangkatan KKN
Detik-detik keberangkatan KKN, semua persiapan harus di periksa ulang agar tidak ada yang tertinggal. Mulai dari pakaian, buku, laptop dan chargernya, hp, kartu yang jaringannya sampai ke daerah yang dituju, sampai pulsa harus disiagakan agar selama perjalanan tidak gelabakan. Selanjutnya, berkomunikasilah dengan kawan-kawan kelompok, saling bantu, agar tidak ada yang merasa terlalu berat menanggung beban dalam kebarangkatan.

3. Paska Keberangkatan
Setelah sampai di lokasi, biasanya ada penyambutan di kabupaten atau kecamatan. Namun ada juga yang langsung ke desa masing-masing. Ketika memasuki desa, biasanya perasaan mulai tidak karuan, senang, bangga, semangat, juga deg-degan. Kampus pada saat itu tidak akan diingat lagi. Biasanya pak lurah akan mengarahkan kita ke tempat dimana kita akan tinggal atau menginap. Ia akan memperkenalkan tempat tinggal tersebut. Setelah sampai, mungkin anda akan sangat lelah. Luangkan waktu sejenak untuk duduk santai, rapat ringan membicarakan apa yang harus dilakukan segera, biasanya terkait dengan makan dan minum, tempat istirahat serta menetapkan rencana terdekat, misalnya berkunjung ke rumah-rumah tetangga di sore hari.

4. Pekan Pertama
Pekan pertama biasanya diisi dengan program pengenalan lingkungan dan sosialisasi awal dengan masayarakat. Pada saat-saat seperti ini, kordes dituntut perannya untuk menentukan arah kerja kelompok. Kelompok hendaknya melakukan komunkasi intens dengan perangkat desa seperti lurah, tokoh masyarakat, dan tokoh muda-mudi atau karang taruna. Mintailah saran dan masukan dari mereka serta mulailah untuk mngusulkan rencana atau kegiatan awal seperti acara perkenalan dan permohonan izin mahasiswa KKN yang dilakukan di masjid dihadiri oleh masayarakat, atau melakukan sosialisasi dan perkenalan di bali desa yang dihadiri oleh perwakilan elemen-elemen masayarakat desa. Sebagai golongan muda, ada baiknya menjalin komunukasi dengan baik kepada tokoh pemuda di desa tersebut dan mengadakan agenda perkenalan dan musyawarah dengan pemuda atau semacam sosialisasi dan jaring aspirasi. Dalam penyusunan program, mintailah keterlibtan perangkat desa dan masayarakat baik dalam mengkaji permasalahan, kebutuhan dan potensi desa maupun dalam menyusun kegiatan dan program yang relevan untuk desa tersebut. Tentu jangan lupa untuk memberikan pemahaman tentang KKN dan tugas mahasiswa sebagai inisiator, agen perubahan, dan peran lainnya.

Pada pekan pertama, perlu sekali ditekankan dari awal kepada msayarakat bahwa mahasiswa KKN bertugas menginisiasi program-program yang bermanfaat bagi desa, yang dapat dilaksanakan oleh masayarakat bersama dengan mahasiswa KKN. Artinya, mahasiswa KKN bertindak sebagai inisiator, penggerak, dan tim ahli, sementara yang menjalankan adalah masyarakat bersama dengan mahaisiswa KKN. Artinya setiap program melibatkan msayarakat sebagai pelaku mapun objek utama. Begitu juga di sekolah, tidak jauh berbeda dengan di desa. Mulai dari perkenalan, diskusi dengan perangkat sekolah dalam hal ini pengurus sekolah, dan merancang kembali program-program yang dibutuhkan dan dapat dilaksanakan. Pada pekan pertama ini biasanya dipenuhi dengan kejutan-kejutan. Tidak sedikit kejutan tersebut begitu mengenaskan, misalnya ketika pertama kali dan dengan terpaksa harus mengajar di kelas sementara guru pamong duduk di salah satu bangku siswa memberikan penilaian awal. Apalagi jika siswa sulit sekali dikendalikan. Bagi sebagian besar mahasiswa KKN, hal tersebut benar-benar membuat keringat bercucuran dan…….., sangat mengenaskan…..
Bersambung ….. ^^

 

Rilis: Deni Yuniardi

Editor: Deris Astriawan

Para Peraih Penghargaan Pada Ajang Wisuda Brigda

Berikut ini ialah nama-nama para peraih penghargaan pada wisuda brigda 2015 :

————————————————

Wisudawan Terbaik : Dani Jaya Putra

Wisudawati Terbaik : Lora Nuzulia

———————————————–

Presidium Terbaik : Deni Yuniardi

PresidiumTerkeren : Deris Astriawan

Presidium Tersibuk : Agung Ardiansyah

Presidium Terdisiplin : Nur Rokhim

———————————————–

Staf Ahli Terbaik : Linda Kurniawati

Staf Ahli Terkeren : Herwin Syahputra

Staf Ahli Tersibuk : Samnurika Permata P

Staf Ahli Terdisiplin :Trio Saputra

Staf Ahli Tergupek : Ririn Apriani

#MediaCenter

Akhiri Kepengurusan, BEM FKIP Unila Adakan Wisuda Brigda

Selasa (2/6/15) bertempat di Pantai Dwipasena Kabupaten Pesawaran, BEM FKIP Unila mengadakan wisuda untuk para brigade muda. Acara yang dihelat oleh dinas PSDM ini menandai berakhirnya kepengurusan BEM FKIP Unila 2014-2015.

Wisuda brigda merupakan kegiatan penghujung sekaligus kegiatan penutup dari kepengurusan BEM FKIP Unila kabinet Interest tahun ini. “Acara ini sangat disambut antusias oleh para brigade muda BEM FKIP Unila, tercatat sekitar 80an brigda turut serta pada kegiatan tersebut.” pungkas Amilil Hudi selaku Ketua Pelaksana.

Rangkaian agenda yang dimulai sejak pagi hari ini diawali dengan senam bersama dan pembukaan yang bertempat di lapangan hijau pasca sarjana FKIP Unila. Di lokasi wisuda telah disiapkan 4 pos diantaranya solidarity, leadership, estafet, dan legacy.

Deni Yuniardi selaku Gubernur BEM FKIP Unila menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah menyatukan para brigda serta menyiapkan mereka untuk menjadi pemimpin-pemimpin selanjutnya. “Disini mereka dilatih secara mental, diajarkan menjadi seorang pemimpin, serta dilatih bagaimana berorasi. Dan disamping itu juga agenda ini sekaligus untuk memperkuat kesolidan internal BEM FKIP Unila di akhir kepengurusan” ujar Deni Yuniardi menambahkan.

Acara ini ditutup secara simbolis dengan penyematan slayer sebagai tanda bahwa para brigda telah diwisuda serta penyerahan plakat untuk wisudawan & wisudawati terbaik, staff dan para presidium.

#MediaCenter

HARDIKNAS : REFLEKSI PENDIDIKAN INDONESIA

Setiap tahun di tanggal 2 Mei rakyat Indonesia memperingati hari pendidikan nasional (HARDIKNAS). Momentum Hari Pendidikan Nasional ini selalu menjadi peringatan yang begitu berarti bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab melalui momentum HARDIKNAS ini kita dapat melakukan refleksi mendalam tentang pendidikan kita saat ini yang nampaknya masih saja di hadapkan oleh banyak masalah yang pada akhirnya menempatkan masyarakat Indonesia sebagai korbannya.

Pendidikan di Indonesia yang memiliki cita-cita luhur yakni mencerkas kehidupan berbangsa nampaknya telah luntur. Saat ini Pendidikan di Indonesia banyak di hadapkan oleh berbagai masalah yang tidak berkesudahan, baik di tingkat pendidikan dasar, menengah, atau pun pendidikan tinggi. Hal ini di sebabkan oleh pemerintah yang nampaknya masih kurang serius menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan Indonesia.

Pemerintah seolah lepas dari tanggung jawabnya terhadap dunia pendidikan. Kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang pendidikan saat ini tidak lebih dari upaya untuk meliberalisasikan sektor pendidikan. Seperti apa yang terjadi di tingkat pendidikan tinggi. Sudah beberapa tahun ini pemerintah menerapkan sistem pembayaran UKT (Uang Kuliah Tunggal) di seluruh universitas negeri di Indonesia. Pada hakikatnya kebijakan UKT ini sama sekali tidak membuat biaya kuliah semakin murah namun malah sebaliknya. Dari tahun ke tahun biaya kuliah terus mengalami peningkatan terlebih setelah di terapkannya sistem UKT. Di kampus UNILA sendiri UKT telah membuat biaya pendidikan semakin tinggi. Pemerintah yang beralasan bahwa UKT merupakan cara pembayaran subsidi silang jelas semakin memperlihatkan bagaimana pemerintah ingin melepas tanggung jawabnya dalam aspek pendidikan. Karena yang seharusnya memberikan subsidi ialah pemerintah terhadap pendidikan bukan masyarakat yang harus ikut menanggung dari mahalnya biaya pendidikan yang tidak di subsidi. Selain itu pemberlakuan UKT di kampus negeri dalam pelaksanaannya masih belum bisa di katakan baik. Sebab penentuan golongan dalam UKT pada mahasiswa saat ini mash sering tidak tepat. Artinya dapat kita katakan bahwa UKT merupakan sistem pembayaran yang masih perlu di evaluasi kembali.

Mahalnya biaya kuliah saat ini tidak serta merta membuat kualitas pendidikan di indonesia menjadi baik. Termasuk di tingkatan pendidikan tinggi, padahal di tahun 2015 ini bangsa Indonesia telah masuk dalm persaingan pasar bebas MEA. Ketika pendidikan Indonesia tidak mampu menciptakan sumber daya manusia yang baik maka bangsa kita akan semakin tersaingi oleh bangsa asing termasuk di Asia tenggara (MEA).

Persoalan di tingkat pendidikan dasar dan menengah pun tidak jauh berbeda. Saat ini bangsa Indonesia dalam dunia pendidikannya tidak memiliki kejelasan dalam menetapkan kurikulumnya. Sehingga wajar saja pendidikan kita saat ini di katakan belum memiliki kualitas pendidikan yang baik. Padahal seharusnya pemerintah memiliki sebuah kurikulum yang saklak sebagai upaya untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Harusnya pemerintah tegas dalam menetapkan kurikulum pendidikannya. Keadaan ini semakin di perparah pula dengan fasilitas pendidikan yang masih minim.

Kemudian di hari pendidikan nasional ini guru sebagai tenaga pendidik juga masih di hadapkan oleh masalah kesejahteraan. Sejatinya guru merupakan sebuah kerja pengabdian, namun di sisi lain guru juga merupakan sebuah profesi yang harus mendapatkan imbalan upah yang layak demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun sayangnya saat ini, masih banyak guru di Indonesia yang belum menerima gaji secara layak utamanya guru honorer yang rata-rata hanya mendapatkan gaji Rp. 300 ribu per bulan. Ini sungguh sebuah ironi, di negara yang menjadikan pendidikan sebagai cita-cita mulia bangsa namun tidak sedikit pun menghargai tenaga pendidiknya (guru).

Secara khusus pendidikan di tingkatan daerah juga tidak lepas dari berbagai problema yang ada. Seperti apa yang terjadi di provinsi lampung saat ini. Tidak hanya pemerintah pusat yang abai terhadap pendidikannya namun juga hingga tingkatan daerah. Seperti apa yang terjadi pada sekolah yang ada di desa Moro Dewe, Mesuji. SD Moro Dewe saat ini terancam tidak bisa melanjutkan proses belajar mengajarnya. Karena tidak di beri ijin oleh pemerintah untuk menginduk dengan sekolah negeri terdekat. SD Moro Dewe sendiri merupakan sekolah yang di bangun secara swadaya oleh masyarakat mengingat akan pentingnya pendidikan. Kondisi ini jelas akan mengancam masa depan anak-anak yang bersekolah di Moro Dewe.

Maka berangkat dari kondisi kongkrit ini kami “Gerakan Mahasiswa pembela aspirasi Rakyat” (GEMPAR) Lampung Menuntut :

  1. Hentikan liberalisasi pendidikan
  2. Hapuskan Permendikbud No. 49 tahun 2014
  3. Tranparansi anggaran Pendidikan
  4. Tolak UKT
  5. Wujudukan pendidikan gratis, ilmiah, demokratis, dan mengabdi pada rakyat
  6. Berikan fasilitas pendidikan yang layak
  7. Berikan kesejahteraan bagi guru
  8. Berikan kepastian penggunaan kurikulum pendidikan di indonesia
  9. Evaluasi program pendidikan bina lingkungan kota Bandar Lampung
  10. Berikan akses pendidikan bagi SD Moro Dewe Mesuji, Lampung

#Hardiknas

#MediaCenter

Universitas Lampung Berhasil Raih Akreditasi B

Untitled

MC-News. Badan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (BAN-PT) telah menerbitkan hasil Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Univeritas Lampung berdasarkan SK No. 186/SK/BAN-PT/Akred/PT/IV/2015, peringkat yang diperoleh Unila adalah “B” dengan total skor 357. Hasil tersebut merupakan akumulasi desk evaluasi pada pertengahan Februari dan assesement lapangan pada awal Maret 2015 lalu. Selanjutnya, perolehan peringkat “B” ini berlaku hingga 10 April 2020 mendatang.

Selamat Hari Kartini

harikartini copy

:::: Selamat Hari Kartini ::::
———————————
BEM FKIP UNILA mengucapkan selamat Hari Kartini semoga ini dapat dijadikan momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Tidak ada yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai”

Maju Kartini INDONESIA.!!!

#BemInterest
#MediaCenter
#KartiniDays